Lifestyle

Bijak Dalam Sosial Media

8:23 PM

bijak-dalam-sosmed

Media sosial zaman sekarang bukanlah suatu hal yang asing terdengar di telinga kita. Hampir semua orang dari baru ngerangkak sampe tua pun sudah mengenal sosial media.

Eh busettt, ngerangkak udah bisa sosmed-an?

Kalo dulu waktu Aku masih kecil taunya cuma mainan bp, wayang, karet, dan masih banyak lagi. Namanya elektronik pun cuman tau ama tv. Itupun jarang nonton, siang hari waktu main dihabiskan buat mainan rumah-rumahan sama temen.

Tapi sekarang, untuk sekadar "pengecoh" agar anak gak rewel, orang tua biasanya tinggal ngasih gadget atau tontonan kartun di youtube.
Secara tidak langsung anak yang masih kecil unyu udah dipaparkan yang namanya media.

Terlebih anak-anak artis yang lucunya minta amsyong, sering di apdetin sama papa mamanya kepada dunia luar, yang akhirnya rang-orang kayak Aku tahu betapa lucu dan gemesinnya mereka. Fyi, kalo mau tahu aku sering liatin snapnya Xabiru sama Raphael moeis, hahah. Seumuran Aku liat anak kecil gitu emang suka ser-seran sendiri, hihihhh.

Baca ini: Mewadahi Hobi Dengan Ngeblog

Kebayang kan dari bayi pun sadar gak sadar udah dikenalin sama sosial media. Betapa kuatnya pengaruh dari si sosmed ini.

Sosmed yang terus mengalir deras dan tak terhentikan ini juga memiliki pengaruh baik dan buruk. Buruk bagi yang tak bisa memanfaatkan dengan benar dan akhirnya terseret arus. Baik juga bagi yang menggunakan secara bijak. Lalu bagaimana menggunakan sosmed dengan bijak agar tetap berteguh tanpa terbawa arus?

Menyebarkan hal baik

Hampir setiap orang waktunya dihabiskan untuk sosial media, tak dapat dipungkiri juga Aku contohnya. Cek-cek timeline atau postingan teman membuat waktu kita terbuang begitu saja. Prinsip hidup "kepo" dalam diri manusia memang mendarah daging. Mengetahui hal-hal yang dibagikan teman sudah cukup untuk menarik perhatian kita lebih lama.

Artinya setiap orang juga pasti melihat apa yang kita bagikan di sosmed. Maka dari itu gunakanlah dengan sebaik mungkin seperti mengajak dalam hal kebaikan.

Tak harus ceramah dan menggurui untuk mengajak hal baik. Mulai dari yang ringan seperti mengajak orang membuang sampah pada tempatnya, mengingatkan untuk selalu menggunakan helm saat lagi berkendara motor, dan hal baik yang sepeleh lainnya.

Memang tak semua orang akan mengikuti apa yang kita bagikan. Tapi diantara seratus orang, mungkin akan ada satu orang yang terpengaruh akan hal baik yang kita bagikan.

Baca ini: Pengalaman adalah Cerita Paling Menyenangkan

Branding Diri

Tak hanya artis yang eksis dan selalu menjadi hal yang menarik di perbincangkan. Sebagian orang mungkin juga ingin eksis dan terlihat oleh orang banyak. Menjadi eksis atau punya branding tergantung dengan apa yang kita mau. Jangan sampai kita dikenal orang banyak dengan perilaku yang tidak baik, tapi bagaimana kita berusaha untuk dikenal sebagai orang yang humble, baik, periang ataupun penyemangat.

Aku sebagai seorang blogger juga membranding diriku di sosial media. Maka dari itu kenapa blogger biasanya selalu eksis di sosial media manapun. Tujuannya ya itu tadi, untuk dikenal sebagai seorang blogger dengan berbagai macam pengaruh bagi yang mengikutinya.

Penyemangat

Tak menutup kemungkinan juga bagi sebagian yang ingin tampil eksis dan dikenal, dibaliknya juga ada orang yang tidak ingin dikenal sama sekali. Tetapi mereka tetap tidak ingin ketinggalan informasi di sosial media.

Nah berguna juga buat kita sebagai acuan dalam memompa semangat. Dengan melihat mereka yang lebih tinggi dari kita, kita jadi terpacu untuk lebih semangat dan ingin juga seperti dia.

Eitsss. Meskipun gitu jangan dijadiin bahan iri dengki dong ya. Memang sudah wadahnya sosial media tempat "pamer" bagi mereka yang "ada". Ada dalam arti kata bisa kesuksesan, uang, pengetahuan, ataupun kemampuan.

Jadi dengan adanya bermacam-macam orang di sosial media, kita bisa memunculkan semangat dan meniru mereka yang "ada" tadi.

Tentu sosial media juga memiliki pengaruh buruk bagi mereka yang tak pandai menjaga diri. Tetapi Aku yakin, kita bisa menggunakan sosial media dengan sebaik mungkin dan seberguna mungkin.

Karena sejatinya, sosial media diciptakan untuk mempermudah kita dalam segala sesuatu, bukan memperdaya kita dalam segala sesuatu.

Baca ini: Diet Keto yang bisa dicoba

Baca ini juga ya

1 komentar

  1. Sepakat...medsos sudah seharusnya mempermudah...bukan memperdaya :)

    BalasHapus